Oleh : Kelompok 9 Anggota : Dea Amalia Fauzia (180310160057) Nur Rizqya Chotimah (180310160055) Alika Lahitani (180310160054) Yasir Abdi Toyib (180310160059) Arif Saiful Bahri (180310160056) Devara bayu Perdana (180310160058) Selayang Pandang : Menjelaskan tentang pandangan orang Belanda terhadap VOC. Dimana banyak dari masyarakat Belanda saat ini yang sudah bersikap netral dan tidak hanya menganggap VOC sebagai kongsi dagang saja tetapi juga sebagai penjajah di Nusantara. Salah satunya memaksakan keinginan menggunakan kekuatan militer dan bahkan merampas kemerdekaan rakyat yang diduduki. Link PPT : https://drive.google.com/open?id=0B3aAtHysSSz8eDd1OUlvQ3lUMmM
Saya Arif Rahmaanul Hakim NPM 180310160027, pertanyaanya, dalam sebab runtuhnya VOC ada poin yg mengatakan bahwa, banyaknya pengeluaran biaya perang melawan kerajaan lokal, salah satunya dengan kerajaan gowa, nah sedangkan pada umunya aturan perang adalah yang kalah dalam peranglah yg membayar kerugian perang, dan yang saya ketahui mayoritas VOC apabila berperang itu menang, apakah aturan seperti itu belum ada pada masa itu? Atau memang ada alasan lain kenapa pengeluaran biaya perang masih d masukan pada penyebab runtuhnya VOC. Terima kasih
BalasHapusSaya Rifqi Fakhrian Martani NPM 180310160048 perwakilan dari kelompok 8 akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudara Arif Rahman. Mengapa dikatakan bahwa salah satu penyebab keruntuhan VOC adalah banyaknya pengeluaran biaya perang. Benar seperti yang dikatakan oleh saudara Arif bahwa aturan yang kalah yang membayar kerugian perang, namun disini berbeda halnya dengan hal tersebut, yang dimaksudkan disini yaitu bahwa kerugian yang dialami oleh VOC tak lain adalah kerugian perang yang disebabkan karena kuatnya kerajaan-kerajaan lokal yang menyebabkan VOC mengeluarkan uang banyak untuk keperluan perang menghadapi kerajaan-kerajaan lokal di Nusantara. Walaupun VOC memiliki peralatan yang canggih pada saat itu tapi itu tidak menjamin akan kemenangan yang mudah menghadapi kerajaan-kerajaan lokal, maka dari itu hal tersebut membuat VOC mengeluarkan dana yang banyak untuk menjalani segala siasatnya untuk memenangkan perang. Sekian jawaban dari saya, semoga puas akan jawaban saya. Terima kasih.
BalasHapusSaya alika lahitani, npm : 180310160054, ingin bertanya. Dalam slide terakhir dikatakan bahwa terjadi perubahan demografi setelah runtuhnya VOC dan berganti menjadi Hindia Belanda. Salah satu poin tersebut mengatakan bahwa desa merupakan daerah pertanian yang memenuhi kebutuhan daerah perkotaan. Lalu, apa fungsi desa dan apa hubungannya dengan daerah perkotaan pada masa berdirinya VOC? Terimakasih.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPada saat VOC berkuasa di nusantara terjadi proses kristenisasi, namun sumber yang saya baca menerangkan bahwa VOC mengekang ketat para pendeta protestan yang berjumlah kurang dari seribu pendeta di seluruh wilayah VOC di Asia. Bahkan pelayanan rohani mereka dibatasi hanya kepada komunitas eropa yang kecil dan komunitas-komunitas yang telah dikristenkan oleh portugis, seperti : Ambon, Minahasa dan Malaka. Bagaimana tanggapan akan sumber yang saling bertolak belakang ini mana yang lebih mendekati kepada kebenaran? & apakah karena proses kristenisasi yang inklusif menjadi salah satu faktor runtuhnya V.O.C?
BalasHapusAziz Ali Haerulloh 180310160011
Saya Genta Dika Bramaskia NPM 180310160029 ingin bertanya.
BalasHapusDalam slide disana ada kata banyak pegawai VOC yang melakukan tindak korupsi,menurut saudara/i sekalian apa landasan dari pemikiran pegawai VOC yang melakukan korupsi tersebut ? Mengapa mereka ingin melakukan korupsi ? Apakah karena gajinya yang rendah ? Dan bagaimana dengan hubungannya dengan Indonesia sekarang ? Terimakasih
Nanya aj lu.
Hapus